Sejarah Kampus Ursulin Santo Bernardus

Karya Suster Ursulin di Madiun, berawal dari undangan Rm. Schweits, SJ, kepada para Suster Ursulin di Kepanjen, Surabaya. Undangan itu disebabkan kegelisahan, keprihatinan, Rm. Schweits, SJ, yang berkarya di Santo Cornelius Madiun, akibat banyak anak-anak yang terlantar, anak-anak yatim piatu yang memerlukan pertolongan.

Dengan berbagai pertimbangan, doa-doa, Komunitas Ursulin, Kepanjen, Surabaya di bawah pimpinan komunitas, Sr. Angela Flecken, OSU, mengabulkan permohonan tersebut. Maka karya pertama di Madiun, di mulai dengan mengirimkan 6 suster pertama, yaitu: Sr. Agnes Conhill, OSU, Sr. Edmunda Hafkenscheid, OSU, Sr. Suzanne Sanders, OSU, Sr. Josepha Wilberts, OSU, Sr. Paula Leeters, OSU, dan Sr. Bernarda Steenbruggen, OSU.

Para Suster Ursulin berbekal iman, dan kerja keras, tetap berjuang dan bertahan dalam karya perutusan di Madiun. Mereka melayani dengan penuh kasih anak-anak panti asuhan dan taman kanak-kanak.

Tahun 1922 mendirikan TKK untuk anak-anak Jawa. Tahun 1925 membentuk HIS. Pada bulan Juli 1925 dibuka sekolah ELS dan HIS. Jalan Ahmad Yani 07, sebelumnya bernama Jalan Wilis.

Dalam perkembangan selanjutnya kompleks Santo Bernardus, memiliki pendidikan formal TKK, SD, SMP, SPG, SGA, PGSLTP. SPG ditutup, dibuka SMK. Tahun 2005 SMK ditutup.

PGSLTP bahasa Indonesia, adalah fondasi awal fakultas Keguruan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas katolik Widya Mandala, Madiun.

Di zaman milenial ini, kompleks Santo Bernardus, diberi nama Kampus Santo Bernardus dengan unit TK, SD, SMP, dan Asrama Putri St. Ursula. Asrama Putri Santa Ursula, di masa lalu menjadi benih-benih panggilan yang subur.

Sejak tahun 2016 Kampus Santo Bernardus mengubah strategi menjadi sekolah Entrepreneurship (Entrepreneurship School).